Ababil, ABG Labil.. walopun tak layak disebut sebagai ABG lagi, tapi sepertinya, julukan ini cocok buat gue. Krn kelabilan itu lah, ?? gue buat blog baru, dengan tampilan yang mirip dengan blog ini. Trus knp buat blog baru ya, karena pengen ajahhh. So feel free to read my new blog yah...
14 Mei 2010
11 Oktober 2009
Happy 24th Wedding Anniversary
24 tahun yg lalu, janji itu terungkap. Janji saling mengasihi dan mencintai. Janji akan selalu bersama, saat suka dan duka, saat sehat dan sakit.
Sampai sekarang pun, setelah 24 tahun kemudian, binar binar cinta pun masih terpancar.. Selamat ulang tahun pernikahan ma, pa. Sm0ga cinta kalian kan selalu abadi.. Tak ada yg dapat memisahkan kecuali oleh kematian..
Selamat bahagia
21 September 2009
The art of doing nothingCer
Setelah 5 tahun merasakan lebaran di Jakarta, baru tahun ini lagi saya merasakan suasana lebaran di Kisaran, kampung halaman. Hmm, saya memang tidak ber-lebaran, tapi saya suka dengan lebaran, apalagi kalo bukan karena makanan dan liburnya.. hehehehe…. Bangun sekitar jam 8 pagi. Rumah dalam keadaan darurat alias berantakan. Okeh, pembantu memang lagi gak ada, bukan karena mudik, tapi memang sejak puasa kemarin, si mbak yang biasa bantu-bantu mengundurkan diri karena ibunya sakit, so dia harus konsentrasi ngurusin ibunya. Mau nyari yang baru, tapi kok susah bgt ya, apa karena bulan puasa jadi mereka pada gak mau?? Jadi semua harus turun tangan kerja bakti bersih-bersih rumah. Mulai dari bersihin kamar masing-masing, nyapu, ngepel, nyuci piring dan masak. Hufff, lega… Bisa bersih juga… Setelah itu??? Mau jalan-jalan ma keluarga juga kok kayaknya cuma impian deh. Masalah nya, mobil lagi di pinjem ma temennya bokap, karena mau mudik. Jadilah hari ini hari di rumah sedunia. Gak ding, tadi sempat ke gereja juga kok. Setelah itu??? Hmmm, tidur, nonton, makan, ngenet, nggame, dll…. Ini dia yang saya tunggu sejak berminggu-minggu yang lalu. Biasanya kan sibuknya gak ketulungan (sibuk atau saya yang tidak bisa bagi waktu ya??). Klo pun ada hari libur, pasti udah penuh ma jadwal lain, janji ma teman2, dan kesibukan gak penting lainnya. Tapi hari ini, benar-benar libur full. Mau makan tinggal makan, mau tidur tinggal tidur, mau nonton tv juga ya silahkan…… huh, really enjoy this day… That’s what i called it, the art of doing nothing…. So enjoy… PS: Met lebaran teman-teman…. Enjoy your day…
14 September 2009
Jadi cubit aja nih???
Yak... Penyiksaan pada junior kembali terjadi sodara... Tepatnya di ATKP (Akedemi Teknik Keselamatan Penerbangan) Medan (dah basi kali cerita nya) tapi saya pengen aja membahas tentang ini..
Korbannya saya kenal. Hendra Syahputra. Dan orang yang masih diduga sebagai pelaku, mungkin juga saya kenal..
Lho? kok saya bisa kenal? ya karena mereka berdua se-kota (gak mau bilang se-kampung ah) di Kisaran, Kab. Asahan. Dan mereka adalah bagian dari almamater SMU saya dulu, SMUN 2 Kisaran.. (huhh, saya kok sedikit malu mengakui nya ya, ternyata alamamater SMU saya jadi buah bibir tingkat nasional bukan karena prestasi melainkan karena kasus ini).
Anyway, saya gak habis pikir, kenapa kasus kayak gini bisa terjadi. Apakah penyiksaan sudah menjadi bagian dari beberapa sekolah kedinasan. Mengapa saya katakan beberapa sekolah kedinasan?? karena sebenarnya, saya dan dua adik saya (malang atau beruntung ya??) juga adalah bagian dari sekolah kedinasan. Saya dan adik saya yang perempuan adalah bagian dari STIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, dan adik saya yang laki-laki adalah bagian dari STPDN (sekolah Tinggi Ilmu Dalam Negeri).
Selama 4 tahun di STIS, saya berani jamin, kalo saya tidak pernah mengalami berbagai bentuk kekerasan baik verbal maupun fisik, namun kalo tingkat stress yang selalu naik setiap kali mau ujian, itu sering saya alami, ya iyalah, secara selalu SKS, sistem Kebut Semalam.. huehehhuuee... Sementara klo di STPDN (sekarang ini, setelah sistem baru diberlakukan) saya tidak tahu, karena adik saya juga tidak mau bercerita banyak tentang hal itu.
Seperti orang tua saya, orangtua alm. Hendra itu juga gak mungkin menguliahkan (bener gak sih peleburannya?? seperti me+kelana=mengelana, so me+kuliah+kan=menguliahkan) anaknya untuk kemudian disiksa lahir dan batin.
Mengutip kata-kata ibunya saat wawancara, "Anakku bukan teroris ato penjahat, tapi kenapa dia diperlakukan kayak gitu? sampai kuku kakinya dicabut, seperti perlakuan saat interogasi penjahat kelas kakap".
Sedih saya mendengarnya. Sedang nyamuk seekor saja tak akan dibiarkan ibu buat nyakitin anaknya, apalagi jika ada orang yang memperlakukan anaknya dengan cara demikian. Betapa segala harapan pada putra sulungnya itu hancur berantakan. saya anak sulung, so, saya (sedikit) mengerti, betapa semua harapan orangtua sebenarnya akan paling banyak diberikan (bukan dibebankan, karena tanggungjawab bukanlah beban, tapi pemberian) pada anak sulungnya. Namun bukan berarti harapan itu gak ada di adik-adiknya, tapi bisa dikatakan beda porsi pemberian tanggungjawab pada masing-masing anak.
Setelah nonton liputan di tv itu, saya langsung mengadakan semacam diskusi kecil.. (halah, bahasanya) dengan adik saya yg laki-laki.Saya (S): Dek, ntar jangan sampai kamu menyiksa junior-juniormu ya... Kasian mereka. Jangan ditendang, jangan disikut..
Adik Laki-Laki (ALL): Ya gak lah kak.. paling juga cuma cubit aja kok...
S: lho? kok cubit?
ALL: Karena yang saya rasakana justru cubitan kakak itu lebih berbahaya daripada tendangan senior?? Leih menyakitkan dan mengerikan...
S: what?? *mata melotot setengah tak percaya*
Barulah kemudian saya menyadari, bahwa selama ini hal yang paling menakutkan dari saya ternyata adalah cubitan.. Bahkan mengalahkan rasa di tendang itukah??
Jadi keinget temen waktu kuliah dulu yang juga mengeluhkan hal yang sama. Dulu saya pikir mereka terlalu mengada-ada. Masa seh cubitan saya bisa membuat "tanda" sampai berhari-hari???
Wueheheeee, sekarang baru saya meyadarinya... oh teman, maaf kan saya ya....
hihihihihi....
...Salam Cekidot...
18 Agustus 2009
Dari Kampung sampe 17-an
Dimulai lah perjalanan ke kampung. Perjalanan lebih kurang 9 jam, dan sepanjang jalan aku MUAL-MUAL.. Bukan karena hamil ya cuii, tapi karena ngerasa gak fit ajah.. Berkali kali pula minta berhenti di tengah jalan, biar aku bisa muntah dengan nyaman.. Ckckck…. Kasian bokap yang bawa mobil, harus berhenti mulu.. kayaknya bukan karena kasian ma aku yang muntah terus, tp karena takut mobilnya kotor karena bombardir muntahanku.. hehehe… Tp beneran aneh lho cuii, aku tuh jarang banget mabuk darat. Dulu pernah lah waktu masih kecil, itu pun kalo perjalanannya jauh dan perut dalam keadaan kosong. Tp kok kali ini perjalanan terasa meyiksa sekali.. Mungkin benar kata adikku, klo aku kena ajab berbohong alias mengatasnamakan sakit biar bisa bolos kantor… hiii, tp aku kan gak boong ya cuii, aku kan memang sakit, tp cuma sakit sedikit ya….
Finally, habis gelap terbitlah terang, tp terangnya masih redup. Begitu nyampe di kampung, aku belum bisa tidur dan istirahat dengan sukses, karena terpaksa harus senyam senyum tebar pesona ma sodara-sodara sekampung. Kenapa aku bilang sekampung?? Karena di kampungku itu, semua warga adalah sodara, jadi begitu tau kalo ada keluarga yang datang, maka mereka akan datang berduyun2 ketempat grandpa and grandmaku.. Seru seh, soalnya terasa bener rasa kekeluargaannya. Tapi ni badan memang benar benar ringsek.. so, aku putusin buat gelar tikar sendiri, ngambil bantal sendiri, dan aku tidur di ruang tamu, di tempat orang2 pada asik ngalor ngidul itu.. hehehe, FYI, di tempat grandpa and grandma cuma ada dua kamar yang kecil bgt. Tuh kamar masing-masing dihuni grandpa and grandma (jangan tanya kenapa mereka tidur di kamar terpisah, karena aku gak tau, setau aku, it has been for a long time, mungkin mereka pisah ranjang kali ya?)) Jadi kalo ada tamu, ya tidurnya di luar, termasuk aku, adikku dan bonyokku .. Jam 3 malem aku terbangun dan ngeliat kami berempat udah kayak sarden aja tidur di tikar, eh, pake kasur gulung ding jadinya… hahahaha…
Besoknya badanku terasa agak mendingan lah…. Waktu Pak Uda alias om aku ngajakin keliling kampung, ya aku mau aja… Sekalian refreshing. Petualangan dimulai dengan ziarah ke kuburan grandpa and grandma dari ibu. Miss them very much…
Puas makan duren, langsung ke air terjun buat mandi-mandi. Sayang aku gak boleh ikut mandi-mandi, takut demamnya balik lagi. Dalam bayangan aku, itu air pasti seger bgt.. Air nya kan langsung darimata air paling atas, ya namanya juga pegunungan, pasti bnyak air terjunnya lah… Asik bgt ngliatin orang-orang yang asik mandi di bawah air terjun. Hmmm, liat aja, kapan-kapan aku ke kampung lagi, aku pasti akan puas-puasin mandi di air terjun itu. Selain mandi-mandi, ada juga loh yang nyuci.. Biasanya mereka bawa cucian sekarung kesini. Katanyadisini nyucinya gampang, Setelah dicuci, bajunya bisa dibilas sekali aja. Kan air nya gede tuh, daripada harus ngebilas berkali kali pake ember.
Selesai dari air terjun, perjalanan dilanjutkan ke ladang jeruk. Buah jeruk yang udah mateng belum begitu banyak, tapi lumayanlah bisa bawa pulang se plastik en puas makan.. Jeruknya manis deh… warna kulitnya masih hijau, tapi rasanya, manis manis banget… tau donk kalo disebut jeruk medan? ya kurang lebih seprti itulah.
Dan perjalanana belum usai. Seteko nira siap untuk diminum. Nira itu merupakan bahan baku pembuatan tuak alias arak. Tapi belum dicampur ragi, jadi masih benar-benar murni. Nira ni gak memabukkan kok.. Hehehe, suka banget deh.. . Hmmm, sangat menyenangkan, namun sedikit melelahkan…
Hope someday, i will come to kampung again..
PS: Kenapa di kampung perayaan HUT RI lebih meriah dibandingkan di daerah yg (sedikit) perkotaan... Di kampung, H-2 dan setiap rumah pasti berlomba untuk menancapkan tiang bendera, sementara di komploeks rumahku, pada hari H-nya saja banyak yang tidak pasang tiang bendera, apalagi pegawai-pegawai yang mangkir ikut upacara bendera di alun-alun kota (diriku termasuk didalamnya)
However, Merdeka!!!! Love you full Indonesia...
21 Juli 2009
07 Mei 2009
biarlahjadikenangan@yahoo.com
Garuda Airways, 03 Mei 2009
Hari ini menjadi salah satu hari yang bersejarah bagi perkembangan metamorfosisku. Kalau dulu aku berada di zona nyaman, sekarang lah waktunya bangkit dan memulai semuanya dari titik nol. Kehidupan baru di daerah. Demi masa depan dan janji pada rakyat akan membangun perstatistikan negara.
Disana, di Jakarta, aku meninggalkan semua kenangan, bahagia dan sedih, tawa dan tangis. Di Jakarta juga aku berpisah dengan seseorang, I Komang Ari Wijaya, yang selalu membuatku merasa aman, nyaman dan bahagia di sampingnya. Dia pun harus pergi ke daerah lain untuk memenuhi janjinya pada negara ini. Aku mungkin saja bia menunggu sampai dia kembali, tapi perbedaan yang begitu besarnya di antara kami membuat segalanya menjadi mustahil. Ntah kapan bisa bertemu lagi, tapi aku yakin kita akan bertemu lagi. Karena aku tidak mengucapkan “goodbye, selamat tinggal” padanya, tapi aku hanya mengucapakan “see you later, sampai bertemu lagi”. Tapi pasti di suasana yang berbeda dari yang selama ini kita jalani. Selamat bekerja, teruslah berjuang, tetaplah tersenyum sayang, dan bahagialah selamanya….
Bukan berarti aku melupakan semua nya seolah tidak pernah ada bagian itu dalam hidupku. Tidak. Aku tidak akan melupakannya. Aku hanya menyimpannya dengan erat untuk diriku sendiri. biarlahjadikenangan@yahoo.com. Segala kenangan tentangmu hanya akan bisa hilang bila aku amnesia atau pun mati. Yang baik dan positif, diambil untuk kehidupan selanjutnya. Bukankah hidup memang perjalanan metamorfosa? Aku lahir, berkembang, belajar, bergaul….
“Bila nanti esok hari kutemukan dirimu bahagia, izinkan aku titipkan, kisah cinta kita, selamanya…..”
Esoknya, ketika aku membuka mata, semuanya akan berubah. Suasana kos, kamar kos, teman-teman, semuanya dan semuanya. Kehidupan dimulai. Program di kepalaku harus di set ulang. Hatiku ditata ulang. Semua kenangan disimpan rapi. Butuh usaha ekstra keras. Butuh iman yang begitu besar. Dan butuh semangat yang membara. Tapi apa pun itu, kehidupan harus berjalan. Aku mau belajar buat ikhlas dan percaya bahwa kehidupan yang lebih baik akan kucapai, sesuai dengan harapan dan mimpiku selama ini.
Kekhawatiran pasti masih ada. Aku khawatir, aku gak akan mampu bertahan, tapi inilah hidup. Nasehat seseorang , “Ada yang dilepaskan, ada yang didapat”, “Ada yang pergi, ada yang datang”.
Yang harus aku lakukan sekarang adalah tetap optimis dan teguh dalam hidup ini. Sekarang, aku adalah orang dengan hidup yang baru, pekerjaan yang baru, lingkungan yang baru, pergaulan yang baru, harapan baru dan semangat baru. Aku mau melakukannya dengan sempurna dan tanpa cacat, seolah aku tahu bahwa masa hidupku akan berakhir besok…...

